Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan

The 10 Best Hobbies to Boost Your Career

The activities you plan for yourself during your downtime might be your escape from work, but don’t hide your hobbies completely. In fact, certain hobbies can really help boost your career, indirectly or directly. From improving conversation and communication skills to making yourself indispensable to your boss because of a rare skill, these hobbies might be even more helpful to your career than the degree you earned in school.
  1. Web Design: Nearly every competitive company — or business that wants to be competitive — has a great website. If you’re able to create attractive, user-friendly designs, use HTML coding and CSS, and manipulate images and even video so that content, products and services are clearly communicated to customers, you can greatly increase your chances of getting hired or getting a raise. Smaller companies that don’t have in-house designers and developers should be especially happy to snag your talents. Also think about learning how to design mobile- and iPad-friendly sites, too, if you can’t already.
  2. Blogging and Journaling: Blogging isn’t just a way to increase your own personal brand or start your own business. It’s a valuable opportunity for you to network and collaborate with others in your industry, amping up your chances of getting a great job. Additionally, all kinds of businesses are looking for employees who can blog on their websites for marketing, PR and customer service purposes. If you’re able to demonstrate that you’re familiar with writing for the web (and can use basic blogging software) by creating SEO-friendly, interesting and succinct posts, you’ll be a great add-on to any business, even if your principal specialty is in finance, HR, or consulting. Journaling is another helpful hobby, as it improves your communication skills and can help you articulate your feelings and goals.
  3. Acting/Improv: Besides working on your public speaking and confidence skills, acting and improv can be a valuable hobby for those interested in propelling their business career. As an actor, your job is to consider situations, people and feelings from a new perspective, constantly keeping an open mind as to how to solve problems and deal with others. Improv especially prepares you for real-world curveballs, and by practicing with a group of friends or a formal troupe, you can train yourself to be actively engaged in any conversation or situation at work. Patricia Ryan Madson, author of Improv Wisdom explains in an interview with Brand Autopsy that "to "improv" or "improvise" is a way of doing things, a methodology that involves paying attention, responding supportively, and acting constructively." You’ll quickly become accustomed to using positive feedback and listening more attentively.
  4. Reading: Reading gives you a broader perspective on how the world works, from human nature, motives and actions to historical and current events to emerging cultural trends to contrasting cultural ideals. Whether you read magazines, novels or blogs, you’ll be constantly replenishing your mind with fresh ideas that you can apply to work. Creative problem solving skills, insight into public opinion, and possibly even tips about your competition’s strategies can all be positive effects of reading. Scientists believe reading is also one of the best ways to relax and reduce stress.
  5. Photography: Photographers — even amateur snappers — train themselves to look beyond the obvious and capture people, landscapes, animals and other subjects that reveal hidden emotions or messages. Being able to uncover these layers is a useful skill in dealing with other people and analyzing projects, ideas or problems. And besides your insightfulness, your boss may like the idea of hiring in-house when your company needs a professional photographer to cover an event or take official portraits.
  6. Computer repair: For some techie minds, there’s no greater pastime than taking apart and putting back together computers and other gadgets. And if you’re particularly adept at computer repair or smart phone maintenance, don’t hide your hobby from your boss. A full-time IT guy could be expensive for a small company, and you could earn extra money — or at least, valuable brownie points — if you’re able to quickly patch up computer problems at the office in addition to your regular duties.
  7. Crossword puzzles: If there happens to be a crossword competition at your next industry conference, this skill will impress your boss, but there’s an even greater significance to this hobby. Staying mentally active by doing crossword puzzles and other brain teasers improves your critical thinking skills, memory and overall brain function. Scientists believe that good brain function also leads to better decision making skills and a stronger ability to focus.
  8. Party planning and hosting: Party planning isn’t a frivolous past-time. In fact, if you’re able to pull together an attractive, budget-friendly dinner, office party, happy hour or major event that impresses clients and makes your boss look good, your skill can be extremely important to promoting your company’s overall brand. Getting stuck with guest lists, invitations, menu and venue selection, RSVPs and other party planning details can be a real pain, but if you love it, are good at it, and have a repository of valuable contacts, you’ll make everyone’s lives easier.
  9. Bargain shopping: If you have a healthy appreciation for finding a good deal, you know how to quickly shop around to save money. Your boss should appreciate this frugality, especially if you’re put in charge of booking flights, arranging conferences, or refilling office inventory. Some people might be too lazy or overwhelmed to look for deals, but if you can save your office money — without sacrificing quality — you’ll be greatly appreciated at work.
  10. Travel: Traveling in any capacity can really boost your career, proving to your boss that you’re open-minded, organized and up for new challenges. If you can speak another language besides English, that can greatly help your business expand to new markets and clients, too. Extreme travel, backpacking and hostel hopping demonstrate your penchant for being adaptable and budget-minded, and most frequent travelers present themselves as being social, confident and lifelong learners, too.

Source: www.accountingdegree.com

Aturan Dalam Tipografi

Berikut adalah 15 aturan yang harus di taati ketika Anda ingin mempublikasikan tulisan dan seni tipografi yang akan Anda buat:
1. Untuk Readibility atau keterbacaan yang optimal pergunakan jenis huruf yang secara fisik sederhana dan umum sehingga mudah dikenali.

2. Jangan terlalu banyak mempergunakan jenis huruf dalam sebuah design. Pergunakan maksimal 3 jenis huruf.

3. Jangan takut mempergunakan satu jenis huruf saja. Karena satu jenis huruf tidak akan monoton bila digali potensi Type familynya.

4. Untuk membedakan dan memberi penekanan pada informasi pergunakan Point Size yang berbeda sesuai dengan hirarki dan prioritas informasinya.

5. Jangan membuat kolom untuk Body Text terlalu panjang, karena akan melelahkan mata. Panjang kolom ideal maksimal 10 cm.

6. Point Size untuk Body Text jangan terlalu kecil karena sulit dibaca ataupun terlalu besar karena makan ruang. Idealnya adalah 9 sampai 12 point, walaupun bisa dibuat 8 sampai 15 point tergantung kebutuhan.

7. Hindari pemakaian jenis huruf yang hampir sama, karena masyarakat umum belum tentu dapat menangkap perbedaannya.

8. Teks yang ditulis dengan huruf capital atau Upper case semua akan lebih sulit dibaca dari pada pemakaian kombinasi Upper case dan Lower case.

9. Kerning atau jarak antar huruf yang terlalu dekat atau terlalu jauh akan mengganggu kenyamanan membaca. Temukan jarak ideal sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan.

10. Leading atau jarak antar baris yang terlalu dekat atau terlalu jauh akan mengganggu kenyamanan membaca. Temukan jarak ideal sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan.

11. Untuk pembacaan optimal pergunakan komposisi baris teks atau Aligment yang umum seperti rata kiri, rata kanan, rata kiri-kanan dan rata tengah.

12. Huruf yang terlalu ramping atau Condensed dan terlalu lebar atau Expanded akan mengganggu kenyamanan membaca. Jadi pergunakan untuk kebutuhan yang khusus.

13. Jaga integritas ketikan dengan mengatur huruf dan kata pada Base Line atau garis dasar.

14. Untuk kemudahan baca atau Readibility apabila bekerja dengan warna, pastikan ada kontras warna yang cukup antara teks dengan Background.

15. Teks dengan warna tua dan Background dengan warna muda akan lebih mudah dibaca dari pada teks warna muda dengan Background warna tua.

Sedangkan, ada pula beberapa hal yang harus dihindari dalam tipografi buatan Anda sendiri:
1. Huruf Serif digunakan secara 'Capital' dalam Body text (Paragraph) terlalu banyak.

2. Menggunakan font Comic Sans pada publikasi serius dan yang tidak seharusnya.

3. Huruf Script digunakan untuk Body Text terlalu banyak.

4. Menarik (stretching) huruf sehingga terlihat lebih “gepeng” atau “jangkung” dari ukuran font semula.

Makna Warna pada Sebuah Logo (2)

Warna selalu membangkitkan reaksi emosional. Beberapa orang lebih menyukai warna tertentu seperti merah, putih, biru atau hitam sedangkan sebagian lagi tidak menyukai warna tersebut karena itulah peran warna menjadi sangat krusial dan penting dalam menyampaikan pesan dalam dunia komunikasi visual terutama dalam marketing, branding dan corporate identity.

Alam bawah sadar kita sudah terlatih untuk memberikan respon tertentu terhadap warna namun hal ini sangat dipengaruhi oleh budaya seperti warna hitam yang dipakai di Eropa untuk acara kematian sedangkan pada budaya China justru warna putihlah yang dipilih. Warna dapat menyampaikan pesan sublimasi tentang persepsi dan indra sensori manusia yang akhirnya dapat mengubah cara kita berpikir tentang sebuah subjek. Sejak manusia purba hingga manusia modern, kita bergantung pada kemampuan kita mengindentifikasi warna demi kelangsungan hidup mulai dari membedakan makanan yang beracun hingga pada rambu lalu lintas.

Begitu pentingnya arti warna dalam kehidupan sehingga pada dunia desain penting sekali untuk memahami arti dari warna beserta efek emosional dan psikologis yang ditimbulkannya.

Berikut ini adalah kilasan dari arti warna-warna secara umum untuk desain logo yang baik.

Merah

Warna ini sering digunakan dalam desain logo untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan terbukti dapat meningkatkan gairah, rasa lapar hingga meningkatkan tekanan darah dan kadar adrenalin dalam darah. Arti dari warna merah ini adalah: aksi, petualangan, agresif, darah, bahaya, energi, semangat, cinta, hasrat, kekuatan dan tenaga.

Merah Muda

Merah muda mewakili bagian feminim dari kehidupan manusia yang menggambarkan kelembutan dan cinta. Terkadang warna ini selain dianggap romantis juga terasosiasi dengan sifat kekanak-kanakan. Merah muda adalah varian lembut dari warna merah dan sering dimanfaatkan untuk menambahkan kesan feminim dalam sebuah logo. Selain itu warna merah muda atau pink ini dapat pula melambangkan perasaan yang halus, kewanitaan dan kemurnian serta karena gencarnya kampanye kesadaran terhadap penyakit kini warna ini sudah mulai terasosiasi dengan kanker payudara.

Orange atau Merah Jambon

Warna orange atau merah jambon ini paling luas digunakan karena banyak sekali aspek yang terwakili oleh warna ini mulai dari kreatifitas, semangat, senang, periang, semangat tinggi dan antusiasme. Warna ini banyak sekali ditemukan dalam desain logo yang ingin menciptakan kesan bermain (playfulness) dan untuk menstimulasi sensori keriangan hingga selera makan.

Kuning

Warna ini adalah warna terkuat setelah merah yang sangat intens sehingga bila dipakai terlalu banyak akan menimbulkan kelelahan karena itu pakailah warna ini dengan sangat hati-hati dan seperlunya saja. Warna kuning ini melambangkan perhatian, keceriaan, bahagia, ingin tahu, senang, positif dan hangat. Sebagai warna yang cerah dan memiliki daya tarik yang paling tinggi dibandingkan dengan warna lain maka warna ini sering dipakai untuk rambu lalu lintas yang melambangkan hati-hati.

Hijau

Warna hijau mewakili kehidupan, kesegaran, lingkungan hidup dan pembaharuan. Warna hijau membangkitkan emosi yang menenangkan tetapi juga dapat berarti kurang pengalaman seperti dalam kiasan “masih hijau”. Akhir-akhir ini warna hijau kembali dalam panggung trend para desainer dengan slogan eco friendly dan kembali kealam. Warna hijau ini banyak dipakai dalam desain brosur, leaflet, x-banner, roll up banner, poster hingga spanduk bagi perusahaan yang ingin mencitrakan perusahaan mereka sebagai ramah lingkungan seperti green peace. Banyak unit bisnis yang sekarang mulai memakai warna hijau ini untuk menarik perhatian pelanggan dalam meningkatkan penjualan mereka karena meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya kelestariaan alam, hidup harmonis dengan alam hingga berbagai gerakan penghijauan seperti menanam seribu pohon trambesi bahkan di Indonesia kesadaran akan lingkungan ini telah jauh meningkat dengan terjunnya konglemerasi dalam kegiatan yang berbau pelestarian lingkungan.

Biru

Biru termasuk salah satu warna yang paling populer dalam desain logo bahkan hampir 83% orang mencantumkan warna ini sebagai salah satu warna favorit mereka. Langit dan lautan yang berwarna biru melambangkan sesuatu yang luas dan tanpa batas. Biru juga menggambarkan rasa tenang, berwibawa, percaya diri, kesetiaan dan kesuksesan. Warna ini bahkan dipakai pada hampir semua logo perusahaan Top 500 Fortune di Amerika Serikat dan bukan hanya para pebisnis yang menyukai warna ini, para tokoh super hero seperti Superman, Spiderman atau Wonder Women selalu memakai kostum dengan aksen biru tersebut.

Ungu atau violet

Pada zaman dahulu warna ini terasosiasi dengan kerajaan dan mewah karena proses pembuatan warna ungu ini sangatlah sulit. Pada saat ini warna ini melambangkan kemewahan, misteri, fantasi, kecerdasan, spiritual dan bangsawan.

Coklat

Warna ini melambangkan kesederhanaan, membumi, rendah hati, terpercaya dan serius. Salah satu logo terkenal yang memakai warna coklat adalah UPS sebuah perusahaan pengiriman barang ekspedisi karena warna ini juga melambangkan daya tahan.

Hitam

Hitam banyak dipakai dalam logo yang melambangkan teknologi, kecanggihan, klasik, konservatif. Warna hitam termasuk salah satu dari warna netral yang hampir dapat dipastikan cocok dengan warna lain apapun.

Dari penjabaran diatas warna-warna yang bisa ditemukan pada desain logo dan bagaimana setiap desainer dan para marketer sudah harus memikirkan warna sejak pertama kali bekerja dengan mempertimbangkan segala makna dari warna yang akan dipilih atau tidak akan dipilih. Satu hal yang patut diingat adalah psikologi warna dan efek emosinalnya terkait erat dengan budaya dan proses penciptaan dan pencitraanya berubah sepanjang waktu dan tempat.

Makna Warna pada Sebuah Logo

Dalam bisnis non-internet atau bisnis internet, pemilihan warna juga punya peran. Warna-warna memiliki peran dalam menciptakan suasana pembelian, pemerkuat image produk, serta peningkatan citra bisnis anda. Dalam feng shui, warna adalah getaran. Getaran itu selalu kita respon, secara sadar maupun tidak. Warna memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita.

Coba perhatikan misal hampir semua bisnis makanan seperti KFC, MC Donald, Pizza hut, boleh dikata semuanya menggunakan warna merah. Mengapa demikian? Konon, warna merah itu menambah nafsu makan. Sehingga para pebisnis banyak menggunakan warna merah dalam bisnis makanan. Saya pun yakin, setiap orang punya warna kesukaan masing-masing. Itu menunjukkan bahwa ada hubungan antara warna dengan manusia. Kekuatan warna bisa mempengaruhi sisi emosional kita.

Putih

Respon Psikologi: warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian.

Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun.

Merah

Respon Psikologi: power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri.

Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain:

Merah dikombinakan dengan hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak.

Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Pada bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli, contohnya lihat saja warna Pizza Hut, McD, KFC yang juga ada merahnya.

Atau kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah.

Hitam

Respon Psikologi: ketakutan, power, kecanggihan, kematian, misteri, seksualitas, kesedihan, keanggunan, dan independen, berwibawa, penyendiri, disiplin, dan berkemauan keras.

Pada budaya barat warna ini melambangkan kematian dan kesedihan.

Dicampur dengan warna keemasan, hitam melambangakan keanggunan (elegance), kemakmuran (wealth) dan kecanggihan (sopiscated). Warna ini juga bisa berarti menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia.

Kuning

Respon Psikologi: optimis, harapan, filosofi, ketidak jujuran, pengecut (untuk budaya barat), pengkhianatan, pencerahan dan intelektualitas.

Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. Kuning adalah warna yang hangat. Cukup menarik perhatian dan sangat baik jika dijadikan background untuk teks hitam karena akan lebih mencolok terlihat.

Orange

Respon Psikologi: energy, keseimbangan, kehangatan.

Menekankan sebuah produk yang tidak mahal.

Biru

Respon Psikologi: kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan, damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran.

Banyak digunakan sebagai warna pada logo bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan. Contohnya Bank Mandiri, BCA, dll.

Hijau

Respon Psikologi: alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan.

Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan.

Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau.

Ungu

Respon Psikologi: spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, kekasaran, keangkuhan, ramah, romantis, dan mandiri.

Warna ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah campuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.

Cokelat

Respon Psikologi: tanah, bumi, reliability, comfort, daya tahan, stabilitas, bobot, kestabilan dan keanggunan.

Abu-abu

Respon Psikologi: intelek, masa depan, kesederhanaan, kesedihan.

Terkadang pemakaian warna sangat membantu dalam pemilihan font dalam typografi. Kemampuan penguasaan budaya dan warna sangat berpengaruh dalam menentukan sebuah warna dalam pemakaian ke dalam produk desain, oleh karenanya penguasan warna merupakan syarat penting untuk desainer pemula. Meski demikian, arti warna bisa bergantung juga dengan bidang tertentu, budaya, agama, dan adat setempat. Warna kuning bisa berasosiasi dengan partai politik tertentu kalau dalam politik, sementara kalau dalam kehidupan sehari-hari, bendera kuning yang dipasang di rumah seseorang, itu pertanda tengah terjadi peristiwa berkabung. Sementara bank syariah hampir pasti selalu dihiasi dengan warna hijau yang berasosiasi dengan agama tertentu.

Makna Sebuah Logo

Elemen Estetis Pembentuk Logo

Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.

Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :

The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.

Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika desain.

Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain sebagai berikut :

1. GARIS

Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.

Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.

Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 – 10 SM) yang berupa goresan-goresan. Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk.

Suasana dalam garis

Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk ‘S’, atau yang sering disebut ‘line of beauty’ maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut.

Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya:

a. Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.

b. Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.

c. Diagonal : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.

d. Lengkung ‘S’ : Gemulai, keanggunan.

e. Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.

f. Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.

g. Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.

h. Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.

i. Pyramid : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.

j. Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.

k. Spiral : Kelahiran atau generative forces.

l. Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.

m. Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.

n. Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.

o. Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.

p. Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.

q. Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.

r. Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.

s. Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.

t. Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.

Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 – 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype.

Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik.

2. BENTUK

Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar/elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elips dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya.

Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania.

Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka.

Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung:

a. Segitiga

Merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambang dari raga, pikiran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan.

b. Yin Yang

Merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jepang disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan − Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana − Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari − Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin − Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan.

3. WARNA

Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :

a. Warna menurut ilmu Fisika.

Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.

b. Warna menurut ilmu Bahan.

Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum.

Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.

Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.

Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :

Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).

a. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.

b. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.

c. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).

d. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.

e. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu, sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.

f. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.

Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :

a. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.

b. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.

c. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.

Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.

4. TIPOGRAFI

Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah :

Typography can defined an art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum the reader’s.

Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Perkembangan tipografi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :

a. Roman

Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.

b. Egyptian

Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.

c. Sans Serif

Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

d. Script

Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.

e. Miscellaneous

Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.

Sumber : Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book, 1998.

Bingung Mau Usaha Apa?

Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:

Mulai Dari yang Kamu Sukai

Kamu bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan kamu contoh usaha miniatur kapal. Karena kalau sudah suka, kamu tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan.

Mulai Dari yang Kamu Kuasai

Atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah kamu kuasai bidangnya. Walaupun belum berpengalaman berwirausaha, tapi aku sendiri nih yakin kalau kamu itu memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian kamu dalam pembukuan (akuntansi), kamu bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha-usaha kecil.

Telusuri Kemana Uang Kamu Pergi

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang kamu pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan, maka kamu perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa kamu selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kost, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah kamu keluarkan pada kernet bus, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana kamu bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

Nah itu tadi baru beberapa saja, mungkin ada lebih banyak lagi kiat-kiat yang dapat kamu jadikan acuan untuk memperoleh penghasilan dini. Jangan terus-terusan bergantung dari ’duit bokap-nyokap’, usahakan untuk memperolehnya sendiri. Lebih bagus lagi kalau bisa ’ngasih’ surprise kepada ortu kamu. Semoga ini bermanfaat.

FeeL it..

Enjoy it..

Sukses sLaLuw yag . . . ^ ^






Kalau Hobi Bisa Jadi Duit, Why Not...

Kalau kamu punya suatu hobi, dan bisa menulis, apa salahnya mengubah hobi itu menjadi sumber pendapatan? Dibayar untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, bukankah itu surga dunia?


Berikut sejumlah hobi yang bila ditulis berpeluang menjadi uang.


1. Traveling
Daripada hanya menguras dompet, tuliskan pula pengalaman liburan kamu. Jepret dengan kamera digital spot-spot yang bagus. Kirimkan ke majalah traveling, baik cetak maupun online.
Ingat, angle artikelmu harus unik. Jangan sekadar menuliskan daya tarik utama tempat wisata itu. Kalau kamu ke Bali, misalnya, jangan terfokus mendeskripsikan keindahan Pantai Kuta (googling doank juga bisa!) huhu”, tapi tulislah kehidupan ibu-ibu yang buka jasa pijat. Atau, keseharian bule-bule penggelandang (backpacker). Angle itu jarang diangkat sehingga memperbesar peluang artikelmu lolos seleksi.
Honor (artikel + foto): Rp 1 – 2 juta untuk perjalanan ke luar negeri, Rp 500 ribu – 1 juta untuk perjalanan domestik, Rp 200 – 500 ribu untuk majalah online


2. Membaca Buku
Bila kamu hobi membaca buku, tulislah resensi buku yang baru terbit atau berlabel bestseller. Kirimkan ke media yang menyediakan space untuk resensi buku.
Atau, kalau yang kamu baca itu buku berbahasa asing dan belum ada edisi terjemahannya, terjemahkan saja. Lalu ajukan ke penerbit yang relevan dengan topik buku tersebut.
Honor resensi: Rp 500 ribu – 1 juta per resensi
Honor terjemah: tergantung reputasi penerbit, bahasa asli, dan tebal buku


3. Menolong Orang Lain
Kalau kamu psikolog, seksolog, dokter, ataupun pakar di bidang lain, kamu bisa membantu pembaca media dengan mengasuh rubrik konsultasi.
Bagaimana kalau kamu bukan pakarnya? Nah, cobalah resapi prinsip aku ini: kalau ada, raihlah; kalau tidak ada, ciptakanlah. Kamu jago memasak? Tawarkan proposal konsultasi bahan/resep/menu/masakan ke media kuliner. Kamu senang utak-atik motor? Tawarkan proposal konsultasi modifikasi motor/mobil ke media otomotif. Oh, doyan berkebun doank? Jangan patah semangat! Tawarkan proposal konsultasi berkebun ke media agro. Bila Roy Suryo saja bisa memperoleh label pakar telematika, kenapa kamu nggak bisa?! hehe”
Honor: Rp 500 ribu – Rp 2 juta per bulan


4. Nggosip / Ngrumpi
Eitsss, jangan salah. Ibu-ibu di kompleks yang gemar bergosip, kalau kreatif, bisa juga menjadikan hobinya itu sumber pendapatan. Kumpulkan info yang kamu dapatkan dari ”ngumpul bareng tetangga”. Misalnya, Bu Kokom baru melahirkan, ayahanda Pak Romli meninggal dunia, atau Bu Fenny membuka toko kelontong di depan rumahnya. Info sederhana ini penting bagi warga kompleks. Bila secara rutin kamu mengumpulkannya, menulis dan me-layout dengan rapi (gunakan saja template di Microsoft Publisher), mencetaknya (cukup HVS ukuran folio, difotokopi banyak-banyak), dan menyebarkannya ke tetangga (titipkan saja ke ketua PKK untuk beliau bagikan di acara arisan PKK bulanan), bisa menjadi bibit bisnis menjanjikan lho.
Awalnya, carilah iklan dari tetangga yang membuka usaha lokal, juga yang berniat menjual/menyewakan mobil atau rumah. Patok tarif murah aja. Misalnya Rp 10 ribu per spot dan Rp 1.000,- per baris. Yang penting balik modal. Setelah bertahan tiga bulan, tawarkan proposal kerjasama ke pihak pengembang kompleks perumahan tersebut. Mereka mendanai, kamu terus bergosip dan menulis kontennya, laba dibagi sesuai kesepakatan.


Apapun yang kamu pilih, cintailah! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, kamu seperti mempunyai layaknya hobi. Dan sebaliknya tidak sedikit orang yang sudah memiliki hobi, tetapi tidak berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang.

feeL it.. enjoy it..

success onLy be with 'U' . . . ^ ^