Tampilkan postingan dengan label personality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personality. Tampilkan semua postingan

Makna Warna pada Sebuah Logo (2)

Warna selalu membangkitkan reaksi emosional. Beberapa orang lebih menyukai warna tertentu seperti merah, putih, biru atau hitam sedangkan sebagian lagi tidak menyukai warna tersebut karena itulah peran warna menjadi sangat krusial dan penting dalam menyampaikan pesan dalam dunia komunikasi visual terutama dalam marketing, branding dan corporate identity.

Alam bawah sadar kita sudah terlatih untuk memberikan respon tertentu terhadap warna namun hal ini sangat dipengaruhi oleh budaya seperti warna hitam yang dipakai di Eropa untuk acara kematian sedangkan pada budaya China justru warna putihlah yang dipilih. Warna dapat menyampaikan pesan sublimasi tentang persepsi dan indra sensori manusia yang akhirnya dapat mengubah cara kita berpikir tentang sebuah subjek. Sejak manusia purba hingga manusia modern, kita bergantung pada kemampuan kita mengindentifikasi warna demi kelangsungan hidup mulai dari membedakan makanan yang beracun hingga pada rambu lalu lintas.

Begitu pentingnya arti warna dalam kehidupan sehingga pada dunia desain penting sekali untuk memahami arti dari warna beserta efek emosional dan psikologis yang ditimbulkannya.

Berikut ini adalah kilasan dari arti warna-warna secara umum untuk desain logo yang baik.

Merah

Warna ini sering digunakan dalam desain logo untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan terbukti dapat meningkatkan gairah, rasa lapar hingga meningkatkan tekanan darah dan kadar adrenalin dalam darah. Arti dari warna merah ini adalah: aksi, petualangan, agresif, darah, bahaya, energi, semangat, cinta, hasrat, kekuatan dan tenaga.

Merah Muda

Merah muda mewakili bagian feminim dari kehidupan manusia yang menggambarkan kelembutan dan cinta. Terkadang warna ini selain dianggap romantis juga terasosiasi dengan sifat kekanak-kanakan. Merah muda adalah varian lembut dari warna merah dan sering dimanfaatkan untuk menambahkan kesan feminim dalam sebuah logo. Selain itu warna merah muda atau pink ini dapat pula melambangkan perasaan yang halus, kewanitaan dan kemurnian serta karena gencarnya kampanye kesadaran terhadap penyakit kini warna ini sudah mulai terasosiasi dengan kanker payudara.

Orange atau Merah Jambon

Warna orange atau merah jambon ini paling luas digunakan karena banyak sekali aspek yang terwakili oleh warna ini mulai dari kreatifitas, semangat, senang, periang, semangat tinggi dan antusiasme. Warna ini banyak sekali ditemukan dalam desain logo yang ingin menciptakan kesan bermain (playfulness) dan untuk menstimulasi sensori keriangan hingga selera makan.

Kuning

Warna ini adalah warna terkuat setelah merah yang sangat intens sehingga bila dipakai terlalu banyak akan menimbulkan kelelahan karena itu pakailah warna ini dengan sangat hati-hati dan seperlunya saja. Warna kuning ini melambangkan perhatian, keceriaan, bahagia, ingin tahu, senang, positif dan hangat. Sebagai warna yang cerah dan memiliki daya tarik yang paling tinggi dibandingkan dengan warna lain maka warna ini sering dipakai untuk rambu lalu lintas yang melambangkan hati-hati.

Hijau

Warna hijau mewakili kehidupan, kesegaran, lingkungan hidup dan pembaharuan. Warna hijau membangkitkan emosi yang menenangkan tetapi juga dapat berarti kurang pengalaman seperti dalam kiasan “masih hijau”. Akhir-akhir ini warna hijau kembali dalam panggung trend para desainer dengan slogan eco friendly dan kembali kealam. Warna hijau ini banyak dipakai dalam desain brosur, leaflet, x-banner, roll up banner, poster hingga spanduk bagi perusahaan yang ingin mencitrakan perusahaan mereka sebagai ramah lingkungan seperti green peace. Banyak unit bisnis yang sekarang mulai memakai warna hijau ini untuk menarik perhatian pelanggan dalam meningkatkan penjualan mereka karena meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya kelestariaan alam, hidup harmonis dengan alam hingga berbagai gerakan penghijauan seperti menanam seribu pohon trambesi bahkan di Indonesia kesadaran akan lingkungan ini telah jauh meningkat dengan terjunnya konglemerasi dalam kegiatan yang berbau pelestarian lingkungan.

Biru

Biru termasuk salah satu warna yang paling populer dalam desain logo bahkan hampir 83% orang mencantumkan warna ini sebagai salah satu warna favorit mereka. Langit dan lautan yang berwarna biru melambangkan sesuatu yang luas dan tanpa batas. Biru juga menggambarkan rasa tenang, berwibawa, percaya diri, kesetiaan dan kesuksesan. Warna ini bahkan dipakai pada hampir semua logo perusahaan Top 500 Fortune di Amerika Serikat dan bukan hanya para pebisnis yang menyukai warna ini, para tokoh super hero seperti Superman, Spiderman atau Wonder Women selalu memakai kostum dengan aksen biru tersebut.

Ungu atau violet

Pada zaman dahulu warna ini terasosiasi dengan kerajaan dan mewah karena proses pembuatan warna ungu ini sangatlah sulit. Pada saat ini warna ini melambangkan kemewahan, misteri, fantasi, kecerdasan, spiritual dan bangsawan.

Coklat

Warna ini melambangkan kesederhanaan, membumi, rendah hati, terpercaya dan serius. Salah satu logo terkenal yang memakai warna coklat adalah UPS sebuah perusahaan pengiriman barang ekspedisi karena warna ini juga melambangkan daya tahan.

Hitam

Hitam banyak dipakai dalam logo yang melambangkan teknologi, kecanggihan, klasik, konservatif. Warna hitam termasuk salah satu dari warna netral yang hampir dapat dipastikan cocok dengan warna lain apapun.

Dari penjabaran diatas warna-warna yang bisa ditemukan pada desain logo dan bagaimana setiap desainer dan para marketer sudah harus memikirkan warna sejak pertama kali bekerja dengan mempertimbangkan segala makna dari warna yang akan dipilih atau tidak akan dipilih. Satu hal yang patut diingat adalah psikologi warna dan efek emosinalnya terkait erat dengan budaya dan proses penciptaan dan pencitraanya berubah sepanjang waktu dan tempat.

Makna Warna pada Sebuah Logo

Dalam bisnis non-internet atau bisnis internet, pemilihan warna juga punya peran. Warna-warna memiliki peran dalam menciptakan suasana pembelian, pemerkuat image produk, serta peningkatan citra bisnis anda. Dalam feng shui, warna adalah getaran. Getaran itu selalu kita respon, secara sadar maupun tidak. Warna memengaruhi kenyamanan lingkungan dan mood. Warna yang kita kenakan sehari-hari memengaruhi pandangan orang lain terhadap kita.

Coba perhatikan misal hampir semua bisnis makanan seperti KFC, MC Donald, Pizza hut, boleh dikata semuanya menggunakan warna merah. Mengapa demikian? Konon, warna merah itu menambah nafsu makan. Sehingga para pebisnis banyak menggunakan warna merah dalam bisnis makanan. Saya pun yakin, setiap orang punya warna kesukaan masing-masing. Itu menunjukkan bahwa ada hubungan antara warna dengan manusia. Kekuatan warna bisa mempengaruhi sisi emosional kita.

Putih

Respon Psikologi: warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian.

Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun.

Merah

Respon Psikologi: power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri.

Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain:

Merah dikombinakan dengan hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak.

Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Pada bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli, contohnya lihat saja warna Pizza Hut, McD, KFC yang juga ada merahnya.

Atau kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah.

Hitam

Respon Psikologi: ketakutan, power, kecanggihan, kematian, misteri, seksualitas, kesedihan, keanggunan, dan independen, berwibawa, penyendiri, disiplin, dan berkemauan keras.

Pada budaya barat warna ini melambangkan kematian dan kesedihan.

Dicampur dengan warna keemasan, hitam melambangakan keanggunan (elegance), kemakmuran (wealth) dan kecanggihan (sopiscated). Warna ini juga bisa berarti menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia.

Kuning

Respon Psikologi: optimis, harapan, filosofi, ketidak jujuran, pengecut (untuk budaya barat), pengkhianatan, pencerahan dan intelektualitas.

Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu. Kuning adalah warna yang hangat. Cukup menarik perhatian dan sangat baik jika dijadikan background untuk teks hitam karena akan lebih mencolok terlihat.

Orange

Respon Psikologi: energy, keseimbangan, kehangatan.

Menekankan sebuah produk yang tidak mahal.

Biru

Respon Psikologi: kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan, damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran.

Banyak digunakan sebagai warna pada logo bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan. Contohnya Bank Mandiri, BCA, dll.

Hijau

Respon Psikologi: alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan.

Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan.

Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau.

Ungu

Respon Psikologi: spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, kekasaran, keangkuhan, ramah, romantis, dan mandiri.

Warna ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah campuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.

Cokelat

Respon Psikologi: tanah, bumi, reliability, comfort, daya tahan, stabilitas, bobot, kestabilan dan keanggunan.

Abu-abu

Respon Psikologi: intelek, masa depan, kesederhanaan, kesedihan.

Terkadang pemakaian warna sangat membantu dalam pemilihan font dalam typografi. Kemampuan penguasaan budaya dan warna sangat berpengaruh dalam menentukan sebuah warna dalam pemakaian ke dalam produk desain, oleh karenanya penguasan warna merupakan syarat penting untuk desainer pemula. Meski demikian, arti warna bisa bergantung juga dengan bidang tertentu, budaya, agama, dan adat setempat. Warna kuning bisa berasosiasi dengan partai politik tertentu kalau dalam politik, sementara kalau dalam kehidupan sehari-hari, bendera kuning yang dipasang di rumah seseorang, itu pertanda tengah terjadi peristiwa berkabung. Sementara bank syariah hampir pasti selalu dihiasi dengan warna hijau yang berasosiasi dengan agama tertentu.

Makna Sebuah Logo

Elemen Estetis Pembentuk Logo

Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan.

Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :

The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.

Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika desain.

Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain sebagai berikut :

1. GARIS

Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.

Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.

Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 – 10 SM) yang berupa goresan-goresan. Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk.

Suasana dalam garis

Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk ‘S’, atau yang sering disebut ‘line of beauty’ maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut.

Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya:

a. Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.

b. Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.

c. Diagonal : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.

d. Lengkung ‘S’ : Gemulai, keanggunan.

e. Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.

f. Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan.

g. Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.

h. Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.

i. Pyramid : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.

j. Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.

k. Spiral : Kelahiran atau generative forces.

l. Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan.

m. Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.

n. Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.

o. Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.

p. Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.

q. Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan.

r. Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan.

s. Gothic Archs : Kepercayaan dan religius.

t. Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.

Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 – 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype.

Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik.

2. BENTUK

Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar/elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elips dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya.

Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania.

Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka.

Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung:

a. Segitiga

Merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambang dari raga, pikiran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan.

b. Yin Yang

Merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jepang disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan − Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana − Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari − Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin − Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan.

3. WARNA

Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :

a. Warna menurut ilmu Fisika.

Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.

b. Warna menurut ilmu Bahan.

Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum.

Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.

Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.

Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb :

Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).

a. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.

b. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.

c. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).

d. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.

e. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu, sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.

f. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.

Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :

a. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.

b. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.

c. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.

Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.

4. TIPOGRAFI

Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah :

Typography can defined an art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum the reader’s.

Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi. Perkembangan tipografi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :

a. Roman

Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.

b. Egyptian

Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.

c. Sans Serif

Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

d. Script

Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.

e. Miscellaneous

Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.

Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.

Sumber : Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book, 1998.

Tips Penting Menulis Surat Lamaran Pekerjaan



       Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik, yaitu sebagai berikut:

• Impresif
Tampilkan jati diri kita secara menarik. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah.

• Menarik minat calon atasan
Kesan pertama sangat penting. Usahakan untuk menyusun surat yang ketika seseorang mulai membacanya, akan langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita

• Menyebutkan kualifikasi yang diraih
Prestasi kerja maupun pengalaman yang sukses harus disebutkan, untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi dan pengalaman yang patut dipertimbangkan.

• Menggunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas dan padat
Gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas. Kita mempunyai kesempatan untuk menjabarkan semuanya dalam kesempatan wawancara. Untuk saat ini, buatlah penjelasan yang singkat tetapi efektif. 

• Kalimat yang efektif
Hindari kalimat yang tidak efektif, kalimat yang diulang-ulang tanpa alasan, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. Yang sering terjadi adalah penggunaan kata keterangan yang berulang-ulang, atau kata sambung yang berulang-ulang, yang menyebabkan kalimat terasa janggal, yang persis seperti kalimat yang sedang anda baca saat ini, yang menggunakan kata sambung ‘yang’ secara berulang-ulang dan berlebihan.

• Bahasa Indonesia saja 
Jika tidak diminta, hindari penggunaan bahasa Inggris, terutama jika kemampuan bahasa Inggris kita kurang baik. Jika bahasa Inggris kita bagus, boleh saja membuat surat lamaran berbahasa Inggris, yang tentu saja merupakan sebuah ‘nilai plus’ bagi kita.

• Tujuan dan alasan melamar
Cantumkan tujuan dan alasan kita melamar. Biasanya tujuan yang sering disebutkan dalam surat lamaran adalah bahwa kita mempunyai kemampuan dan pengalaman yang memadai dalam bidang pekerjaan tertentu, dan dengan bergabungnya kita ke suatu perusahaan akan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perusahaan tersebut.

• Kerapihan
Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapih, tidak kusut, tidak tebal dan tidak mudah terkoyak. Jangan menulis atau mencetak dengan tinta yang terlalu tipis agar surat lamaran mudah dibaca, dan hindari penggunaan tippex.

• Tulis tangan atau komputer? 
Lebih baik menggunakan komputer, kecuali perusahaan yang kita tuju mensyaratkan agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Agar diperoleh kualitas tulisan yang setara dengan kualitas tulisan dari mesin cetak, sebaiknya gunakan printer inkjet atau laser, dan hindari penggunaan printer dot matrix karena akan memberi kesan kita orang yang tertinggal dalam hal teknologi. Gunakan jenis font standar, seperti Times New Roman untuk memberi kesan formal.

Contoh:

Kepada Yth,


Manajer Sumber Daya Manusia
U+2 Distro

Jl. Solo Km. 12
Yogyakarta


Dengan hormat,


       Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari bapak/ibu seperti yang termuat di harian Kedaulatan Rakyat tanggal DD MM YYYY, saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam tim Graphic Designer di U+2 Distro.

       Usia saya 19 tahun, belum menikah dan memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Saya dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan dan memiliki kemampuan dalam bidang Desain Grafis yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, Internet, maupun software khusus Desain Grafis seperti Corel Draw, Flash, dan Photoshop.

       Saat ini saya bekerja sebagai Staff Production di PT. DS Advertising. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik. Dalam surat ini saya lampirkan data-data tentang diri saya berikut foto terakhir sebagai bahan pertimbangan bapak/ibu.

       Saya berharap bapak/ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.


Hormat saya,


Hafiz Yves Sinclaire


*untuk keterangan Lebih Lanjut, klik www.ngelamar.com

feeL it..

enjoy it..

success!!!






Tips Penting dalam Membuat CV

       Agar terlihat profesional dan menarik, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat curriculum vitae (CV):

• Gunakan kertas putih polos 
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).

• Status perkawinan 
Cantumkan status perkawinan (single, married, atau divorced).

• Foto terbaru 
Lampirkan pas foto terbaru. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (jas lengkap dengan dasi).

• Referensi 
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

• Pekerjaan yang diinginkan 
Selalu cantumkan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Jangan menulis bahwa anda siap bekerja dalam posisi apa saja karena akan memberi kesan bahwa anda adalah pekerja serabutan. Tuliskan saja spesialisasi anda.

• Format standar surat resmi 
Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Times New Roman.

• Pengalaman kerja 
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya (bukan nama perusahaannya) sebanyak-sebanyaknya tiga perusahan terakhir, berikut pangkat dan jabatannya.

• Pengalaman lain yang menunjang 
Cantumkan pengalaman atau organisasi yang berhubungan dengan spesialisasi anda. Jika anda adalah seorang spesialis bidang kimia, maka pengalaman sebagai juara I lomba melukis atau pejabat ketua senat tidak perlu dicantumkan.

• Identitas 
Cantumkan identitas anda dengan jelas.

       Format resume atau curriculum vitae di setiap negara berbeda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan dan pandangan politik di setiap negara yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (AS) tidak perlu mencantumkan foto, agama, status perkawinan dan umur, karena hal itu dianggap sangat pribadi. 
       Perusahaan tidak meminta pencantuman keterangan-keterangan seperti itu karena bisa dianggap melakukan ‘early prejudice’. Di AS perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penerimaan pegawai, baik diskriminasi atas ras, umur, status maupun agama. Sedangkan di Singapura, kadang dalam resume diminta mencatumkan keterangan ras.

Contoh CV:

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Data Pribadi

Nama                                 : Hafiz Yves Sinclaire
Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, DD MM YYYY
Jenis Kelamin                  : Laki-laki
Agama                               : Islam
Kewarganegaraan          : Indonesia
Alamat                               : Perum. GKP blok i no.1 RT/RW 004/038
                                            : Ambarketawang, Gamping, Sleman 55294
Telephon                           : 0274-7498XXX     (rumah)
                                             0818-04374XXX  (kantor)
                                             0856-2850XXX    (HP)

Latarbelakang Pendidikan
Formal
2002 – 2005        : SMPN 8, Yogyakarta
2005 – 2008        : SMAN 11, Yogyakarta
2008 – sekarang : Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta
Non Formal 
2004 – 2007        : Kursus Desain Grafis SmileJogja, Yogyakarta
2008 – sekarang : Kursus Photographi Nikon School, Yogyakarta

Kemampuan

• Kemampuan Desain Grafis (Graphic Design Skills) Clothing & Stiker Design, Couple Shirt Design, Photo & Picture Editing
• Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, Corel Draw, Photoshop, Flash dan Internet)

Pengalaman Kerja

• Praktek Kerja Lapangan:
  Praktek Kerja di Verbottom Distro&Cafè, Bandung
  Periode: Maret 2006 - April 2006
  Tujuan : Pelatihan Kerja Kursus Desain Grafis SmileJogja, Yogyakarta
  Posisi   : Clothing Designer
  Rincian Pekerjaan:
  - Membuat sketsa perancangan desain kaos
  - Mendesain berbagai jenis kaos sesuai pesanan
  - Menyiapkan peralatan sablon kaos

• Bekerja di JöJö BöX Distro, Yogyakarta
  Periode : Mei 2006 – Maret 2008
  Status   : Karyawan Tetap
  Posisi    : Graphic Designer
  Rincian pekerjaan :
  - Merancang desain kaos
  - Merancang desain stiker
  - Mengadakan konsultasi desain langsung dengan konsumen
  - Mendesain brosur dan pamflet guna keperluan promosi perusahaan



Yogyakarta, DD MM YYYY

*keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi www.ngelamar.com

feeL it..

enjoy it..

sukses sLaLuw hanya untuk Anda!!! ^^






HOW TO RAISE MONEY FOR STARTING A BUSINESS

The task of raising money for a business is not as difficult as most people seem to think. This is especially true when you have an idea that can make you and your backers rich. Actually, there's more money available for new business ventures than there are good business ideas.

A very important rule of the game to learn: Any time you want to raise money, your first move should be to put together a proper prospectus.

This prospectus should include a resume of your background, your education, training, experience and any other personal qualities that might be counted as an asset to your potential success. It's also a good idea to list the various loans you've had in the past, what they were for, and your history in paying them off.

You'll have to explain in detail how the money you want is going to be used. If it's for an existing business, you'll need a profit and loss record for at least the preceding six months, and a plan showing how this additional money will produce greater profits. If it's a new business, you'll have to show your proposed business plan, your marketing research and projected costs, as well as anticipated income figures, with a summary for each year, over at least a three year period.

It'll be advantageous to you to base your cost estimates high, and your income projections on minimal returns. This will enable you to "ride through" those extreme "ups and downs" inherent in any beginning business. You should also describe what makes your business unique---how it differs form your competition and the opportunities for expansion or secondary products.

This prospectus will have to state precisely what you're offering the investor in return for the use of his money. He'll want to know the percentage of interest you're willing to pay, and whether monthly, quarterly or on an annual basis. Are you offering a certain percentage of the profits? A percentage of the business? A seat on your board of directories?

An investor uses his money to make more money. He wants to make as much as he can, regardless whether it's short term or long term deal. In order to attract him, interest him, and persuade him to "put up" the money you need, you'll not only have to offer him an opportunity for big profits, but you'll have to spell it out in detail, and further, back up your claims with proof from your marketing research.

Venture investors are usually quite familiar with "high risk" proposals, yet they all want to minimize that risk as much as possible. Therefore, your prospectus should include a listing of your business and personal assets with documentation---usually copies of your tax returns for the past three years or more. Your prospective investor may not know anything about you or your business, but if he wants to know, he can pick up his telephone and know everything there is to know within 24 hours. The point here is, don't ever try to "con" a potential investor. Be honest with him. Lay all the facts on the table for him. In most cases, if you've got a good idea and you've done your homework properly, and "interested investor" will understand your position and offer more help than you dared to ask.

When you have your prospectus prepared, know how much money you want, exactly how it will be used, and how you intend to repay it, you're ready to start looking for investors.

As simple as it seems, one of the easiest ways of raising money is by advertising in a newspaper or a national publication featuring such ads. Your ad should state the amount of money you want--always ask for more money than you have room for negotiating. Your ad should also state the type of business involved ( to separate the curious from the truly interested), and the kind of return you're promising on the investment.

Take a page from the party plan merchandisers. Set up a party and invite your friends over. Explain your business plan, the profit potential, and how much you need. Give them each a copy of your prospectus and ask that they pledge a thousand dollars as a non-participating partner in your business. Check with the current tax regulations. You may be allowed up to 25 partners in Sub Chapter S enterprises, opening the door for anyone to gather a group of friends around himself with something to offer them in return for their assistance in capitalizing his business.

You can also issue and sell up to $300,000 worth of stock in your company without going through the Federal Trade Commission. You'll need the help of an attorney to do this, however, and of course a good tax accountant as well wouldn't hurt.

It's always a good idea to have an attorney and an accountant help you make up your business prospectus. As you explain your plan to them, and ask for their advice, casually ask them if they'd mind letting you know of, or steer your way any potential investors they might happen to meet. Do the same with your banker. Give him a copy of your prospectus and ask him if he'd look it over and offer any suggestions for improving it, and of course, let you know of any potential investors. In either case, it's always a good idea to let them know you're willing to pay a "finder's fee" if you can be directed to the right investor.

Professional people such as doctors and dentists are known to have a tendency to join occupational investment groups. The next time you talk with your doctor or dentist, give him a prospectus and explain your plan. He may want to invest on his own or perhaps set up an appointment for you to talk with the manager of his investment group. Either way, you win because when you're looking for money, it's essential that you get the word out as many potential investors as possible.

Don't overlook the possibilities of the Small Business Investment Companies in your area. Look them up in your telephone book under "Investment Services." These companies exist for the sole purpose of lending money to businesses which they feel have a good chance of making money. In many instances, they trade their help for a small interest in your company.

Many states have Business Development Commissions whose goal is to assist in the establishment and growth of new businesses. Not only do they offer favorable taxes and business expertise, most also offer money or facilities to help a new business get started. Your Chamber of Commerce is the place to check for further information of this idea.

Industrial banks are usually much more amenable to making business loans than regular banks, so be sure to check out these institutions in your area. insurance companies are prime sources of long term business capital, but each company varies its policies regarding the type of business it will consider. Check your local agent for the name and address of the person to contact. It's also quite possible to get the directories of another company to invest in your business. Look for a company that can benefit from your product or service. Also, be sure to check at your public library for available foundation grants. These can be the final answer to all your money needs if your business is perceived to be related to the objectives and activities of the foundation.

Finally, there's the Money broker or Finder. These are the people who take your prospectus and circulate it with various known lenders or investors. They always require an up-front or retainer fee, and there's no way they can guarantee to get you the loan or the money you want.

There are many very good money brokers, and there are some that are not so good. They all take a percentage of the gross amount that's finally procured for your needs. The important thing is to check them out fully; find out about the successful loans or investment plans they're arranged, and what kind of investor contacts they have---all of this before you put up any front money or pay any retainer fees.

There are many ways to raise money---from staging garage sales to selling stocks. Don't make the mistake of thinking that the only place you can find the money you need is through the bank or finance company.

Start thinking about the idea of inviting investors to share in your business as silent partners. Think about the idea of obtaining financing for a primary business by arranging financing for another business that will support the start-up, establishment and developing of the primary business. Consider the feasibility of merging with a company that's already organized, and with facilities that are compatible or related to your needs. Give some thought to the possibilities of getting the people supplying your production equipment to co-sign the loan you need for start-up capital.

Remember, there are thousands upon thousands of ways to obtain business start-up capital. This is truly the age of creative financing.

Disregard the stories you hear of "tight money," and start making phone calls, talking to people, and making appointments to discuss your plans with the people who have money invest. There's more money now than there's ever been for a new business investment. The problem is that most beginning "business builders" don't know what to believe or which way to turn for help. They tend to believe the stories of "tight money," and they set aside their plans for a business of their own until a time when start-up money might be easier to find.

The truth is this: Now is the time to make your move. Now is the time to act. the person with a truly viable business plan, and determination to succeed, will make use of every possible idea that can be imagined. And the ideas I've suggested here should serve as just a few of the unlimited sources of monetary help available and waiting for you..!!!



feel it, enjoy it . . .

success only be with U . . . ^ ^








Tips Memulai Bisnis Anti Gagal

         Kalau kamu tertarik untuk memulai menjalankan bisnis, jangan pernah takut sama yang namanya kegagalan. Dalam setiap langkah yang kita ambil pasti ada 2 pilihan, yaitu gagal atau sukses. Kalau kamu gak berani mengambil tindakan, maka hanya kegagalan yang akan kamu dapati.
         Berikut ini adalah tips Bisnis Anti Gagal, saya kutip dari beberapa sumber yang ada, semoga dapat menginspirasi:

1. Niat
         Ini adalah awal yang terpenting dalam memulai sesuatu dalam hidup kita. Apapun yang kita lakukan haruslah diawali dengan niat dan niat itu adalah niat yang baik. Kalau kita ingin terjun dalam dunia bisnis, berarti kita harus memantapkan niat kita untuk terjun sepenuhnya kedalam dunia bisnis. Apapun yang terjadi nantinya akan dirasakan dan dinikmati sebagai konsekuensi niat kita.

2. Percaya
         Percaya bahwa bisnis adalah pilihan kita. Percaya bahwa melalui bisnis kita akan memperoleh apa yang kita inginkan. Dengan kata lain percaya adalah visi dan goal setting kita untuk mencapai tujuan kita dan sekali lagi kita percaya akan mencapai bisnis kita.

3. Take Action
         Setelah kita berniat dan memiliki visi yang jelas, langkah berikutnya adalah TAKE ACTION atau melakukan sebuah tindakan. Dan segala tindakan yang kita lakukan harus berkesinambungan. Sebuah bisnis tidak akan sukses dalam waktu satu atau dua hari saja, melainkan butuh waktu dan komitmen kita untuk membangunnya.

4. Belajar Benar
         Ada sebagian orang mengatakan bahwa dalam bisnis tidak ada kata benar atau salah, yang ada adalah untung dan rugi, namun kerugian itu akan berbalik menjadi sebuah keuntungan yang besar jika kita belajar untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan. Terus belajar dengan benar, mempelajari yang benar, belajarlah pada yang benar-benar bisa, gunakanlah waktu dengan benar, ciptakanlah sistem yang benar maka hal ini akan mempermudah kita melakukan bisnis kita dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang besar yang niscaya akan memberikan rejeki pada diri kita serta saluran rejeki bagi banyak orang.

5. Fokus, Fokus dan Fokus
         Fokuslah pada niat, visi, apa yang telah kita lakukan dari awal dan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Fokus adalah salah satu leverage atau pengungkit paling hebat. Dengan fokus kita bisa mengembangkan, memunculkan, bahkan menemukan sesuatu yang belum pernah ada dan tidak pernah kita sangka.

6. Sabar
         Setelah kita menjalani lima langkah sebelumnya apakah ada jaminan sukses? jawabannya adalah belum tentu! Manusia hanya dianjurkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh artinya kita berniat untuk berbisnis, memiliki visi atas bisnis kita, tekun menjalaninya, terus belajar yang benar dan fokus. Meskipun kita telah melakukannya dengan baik semuanya terkadang masih saja ada kegagalan. Ketika kita menghadapi kegagalan kita harus bersabar. Apakah sabar berarti harus menerima apa yang terjadi? jawabannya adalah YA!, kita menerima apa yang terjadi dengan terus memperbaiki diri mengapa kegagalan tersebut bisa terjadi. Berpasrah kepada sang Pencipta akan meringankan beban kita ketika mengalami kegagalan atau masalah-masalah yang pelik. Ingat! Kegagalan dan keberhasilan ibarat dua sisi yang berbeda dalam sebuah mata uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Semakin kita menjauhi kegagalan berarti kita menjauhi kesuksesan. Rumusnya (X+1y) = sukses.
**) X adalah kegagalan , 1y adalah melakukannya lagi dengan memperbaiki
  kesalahan sebelumnya.


7. Berkuasa
         Jika enam langkah tersebut dilewati maka niscaya kita akan sukses dan memiliki kekuasaan setidaknya kekuasaan untuk mengatur diri kita, mengatur ekonomi kita bahkan ekonomi orang lain. Jadilah penguasa yang adil! Adil bagi diri kita, adil bagi keluarga kita, adil bagi orang disekitar kita, adil bagi lingkungan dan adil bagi Sang Pencipta.

8. Berbagi
         Apa yang telah kita hasilkan dari bisnis haruslah kita bagi dengan adil. Manakah haknya orang miskin, mana haknya anak yatim dan manakah yang menjadi hasil jerih payah kita. Semakin banyak berbagi maka semakin banyak pula hasil yang kita dapatkan.

9. Kehormatan
         Langkah ke-sembilan adalah langkah dimana kita mencapai semua yang kita inginkan, kesuksesan yang kita dapatkan akan mendatangkan reputasi dan penghormatan dari banyak orang. Oleh karenanya jagalah kehormatan diri Anda. Jagalah kehormatan usaha Anda. Hidup itu bukan untuk berbuat benar atau salah, bukan pula berbuat untuk surga atau neraka, tapi hidup itu berbuat demi kehormatan kita!

10. Selalu Ingat
         Selalu ingat diwaktu kita susah. Selalu ingat diwaktu kita bekerja keras, selalu ingat kepada visi kita untuk mengembangkan usaha, dan yang terpenting adalah selalu ingat kepada Sang Pencipta.


FeeL it..
Enjoy it..
Success only be with U.. ^^