How to Report Income on Your Tax Return?

Most sole proprietors use either the Cash method of accounting or the Accrual method of accounting, and it's critical that you understand the difference, especially when it comes to reporting your business income.

Here's a basic explanation of these two Accounting Methods for service businesses:

Cash Method: This means that you report the income in the year you actually receive the money from your customer or client, regardless of when you provided the service or delivered the product.

Example #1: You provide a service to Mr. Client in December of Year 1 and he pays you in December of Year 1. You must report the income on your Year 1.

Example #2: You provide a service to Mr. Client in December of Year 1 but he pays you in January of Year 2. You must report the income on your Year 2.

Accrual Method: This means that you report the income in the year that you invoice the customer or client, regardless of when payment is received.

Example #1: You provide a service to Mr. Client and send him an invoice in December of Year 1. Regardless of whether he pays you in Year 1 or Year 2, you must report the income from that invoice on the Year 1 (even if he pays you in Year 2).

To summarize: Under the Cash Method, you report sales in the year you get paid. Under the Accrual Method, you report sales in the year you provide the service or deliver the product, regardless of what year you get paid.

Now comes the obvious question: which method should you use? Continue to use whichever method you've been using. You can't arbitrarily switch back and forth from one method to another from year to year. If you think you have reason to switch, check with a tax professional for the proper procedures for making a change in Accounting Method. It can be done, but you better get some help to do it right.

If this is your first year in business, you can choose either method. If you have many outstanding invoices as of December 31, you'll pay less tax for Year 1 if you use the Cash Method. You will have to report the income in Year 2 when those invoices get paid, so over the two years you end up paying the same amount of tax either way.

Be sure to give the issue of Accounting Method some serious thought before you file your first income tax return. It can make a big difference in your tax liability. If you're not sure what to do, consult with a tax professional.



Source: Wayne Davies is the Internet's Top Tax Preparer and author of 3 ebooks on tax deduction strategies for small business owners and the self-employed. For a free copy of his Special Report, "How To Instantly Double Your Small Business Tax Deductions" visit YouSaveOnTaxes.

Tips Berbisnis Makanan Ringan

Usaha kita dapat berkembang karena peranan dari konsumen. Karena konsumen bukan membeli harga, tetapi membeli nilai yang ditawarkan oleh produk yang kita jual.

Berikut ada beberapa cara agar produk kita dapat memberikan manfaat kepada konsumen:

1.      Sikap dasar untuk memahami selera dari para konsumen

Hal ini dapat kita lakukan dengan sesekali bertanya atau membagikan kuesioner kepada konsumen yang loyal/pelanggan tetap kita.

2.      Inovasi

Ada baiknya produk yang ditawarkan tidak itu-itu saja, karena mungkin lama kelamaan konsumen bisa bosan.

3.      Promosi

Misalnya dengan memberikan ekstra produk kepada konsumen yang membeli produk dalam jumlah tertentu dengan maksud untuk memperkenalkan rasa dari produk yang baru dan membuat para konsumen menjadi lebih senang.

4.      Lokasi usaha

Pilihlah lokasi usaha di tempat yang ramai agar produk kita dapat menjangkau lebih banyak orang lagi. Karena dalam berbisnis eceran, lokasi merupakan faktor yang penting.

5.      Terima kritikan konsumen

Ada kalanya produk yang kita tawarkan tidak sesuai dengan harapan konsumen. Keluhan/kritikan konsumen perlu kita perhatikan dan terima dengan lapang dada karena semua ini demi peningkatan mutu dari produk kita.

Demikian beberapa tips dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi usaha Anda dan akan lebih maju lagi di kemudian hari.

 

Feel it..

Enjoy it..

Success only be with U,, ^^

Tips Penting Menulis Surat Lamaran Pekerjaan



       Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik, yaitu sebagai berikut:

• Impresif
Tampilkan jati diri kita secara menarik. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah.

• Menarik minat calon atasan
Kesan pertama sangat penting. Usahakan untuk menyusun surat yang ketika seseorang mulai membacanya, akan langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita

• Menyebutkan kualifikasi yang diraih
Prestasi kerja maupun pengalaman yang sukses harus disebutkan, untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi dan pengalaman yang patut dipertimbangkan.

• Menggunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas dan padat
Gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas. Kita mempunyai kesempatan untuk menjabarkan semuanya dalam kesempatan wawancara. Untuk saat ini, buatlah penjelasan yang singkat tetapi efektif. 

• Kalimat yang efektif
Hindari kalimat yang tidak efektif, kalimat yang diulang-ulang tanpa alasan, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. Yang sering terjadi adalah penggunaan kata keterangan yang berulang-ulang, atau kata sambung yang berulang-ulang, yang menyebabkan kalimat terasa janggal, yang persis seperti kalimat yang sedang anda baca saat ini, yang menggunakan kata sambung ‘yang’ secara berulang-ulang dan berlebihan.

• Bahasa Indonesia saja 
Jika tidak diminta, hindari penggunaan bahasa Inggris, terutama jika kemampuan bahasa Inggris kita kurang baik. Jika bahasa Inggris kita bagus, boleh saja membuat surat lamaran berbahasa Inggris, yang tentu saja merupakan sebuah ‘nilai plus’ bagi kita.

• Tujuan dan alasan melamar
Cantumkan tujuan dan alasan kita melamar. Biasanya tujuan yang sering disebutkan dalam surat lamaran adalah bahwa kita mempunyai kemampuan dan pengalaman yang memadai dalam bidang pekerjaan tertentu, dan dengan bergabungnya kita ke suatu perusahaan akan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perusahaan tersebut.

• Kerapihan
Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapih, tidak kusut, tidak tebal dan tidak mudah terkoyak. Jangan menulis atau mencetak dengan tinta yang terlalu tipis agar surat lamaran mudah dibaca, dan hindari penggunaan tippex.

• Tulis tangan atau komputer? 
Lebih baik menggunakan komputer, kecuali perusahaan yang kita tuju mensyaratkan agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Agar diperoleh kualitas tulisan yang setara dengan kualitas tulisan dari mesin cetak, sebaiknya gunakan printer inkjet atau laser, dan hindari penggunaan printer dot matrix karena akan memberi kesan kita orang yang tertinggal dalam hal teknologi. Gunakan jenis font standar, seperti Times New Roman untuk memberi kesan formal.

Contoh:

Kepada Yth,


Manajer Sumber Daya Manusia
U+2 Distro

Jl. Solo Km. 12
Yogyakarta


Dengan hormat,


       Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari bapak/ibu seperti yang termuat di harian Kedaulatan Rakyat tanggal DD MM YYYY, saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam tim Graphic Designer di U+2 Distro.

       Usia saya 19 tahun, belum menikah dan memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik. Saya dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan dan memiliki kemampuan dalam bidang Desain Grafis yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, Internet, maupun software khusus Desain Grafis seperti Corel Draw, Flash, dan Photoshop.

       Saat ini saya bekerja sebagai Staff Production di PT. DS Advertising. Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik. Dalam surat ini saya lampirkan data-data tentang diri saya berikut foto terakhir sebagai bahan pertimbangan bapak/ibu.

       Saya berharap bapak/ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.


Hormat saya,


Hafiz Yves Sinclaire


*untuk keterangan Lebih Lanjut, klik www.ngelamar.com

feeL it..

enjoy it..

success!!!






Tips Penting dalam Membuat CV

       Agar terlihat profesional dan menarik, ada beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat curriculum vitae (CV):

• Gunakan kertas putih polos 
CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar).

• Status perkawinan 
Cantumkan status perkawinan (single, married, atau divorced).

• Foto terbaru 
Lampirkan pas foto terbaru. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (jas lengkap dengan dasi).

• Referensi 
Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).

• Pekerjaan yang diinginkan 
Selalu cantumkan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Jangan menulis bahwa anda siap bekerja dalam posisi apa saja karena akan memberi kesan bahwa anda adalah pekerja serabutan. Tuliskan saja spesialisasi anda.

• Format standar surat resmi 
Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Times New Roman.

• Pengalaman kerja 
Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya (bukan nama perusahaannya) sebanyak-sebanyaknya tiga perusahan terakhir, berikut pangkat dan jabatannya.

• Pengalaman lain yang menunjang 
Cantumkan pengalaman atau organisasi yang berhubungan dengan spesialisasi anda. Jika anda adalah seorang spesialis bidang kimia, maka pengalaman sebagai juara I lomba melukis atau pejabat ketua senat tidak perlu dicantumkan.

• Identitas 
Cantumkan identitas anda dengan jelas.

       Format resume atau curriculum vitae di setiap negara berbeda-beda. Hal ini tampaknya dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan dan pandangan politik di setiap negara yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (AS) tidak perlu mencantumkan foto, agama, status perkawinan dan umur, karena hal itu dianggap sangat pribadi. 
       Perusahaan tidak meminta pencantuman keterangan-keterangan seperti itu karena bisa dianggap melakukan ‘early prejudice’. Di AS perusahaan tidak boleh melakukan diskriminasi dalam penerimaan pegawai, baik diskriminasi atas ras, umur, status maupun agama. Sedangkan di Singapura, kadang dalam resume diminta mencatumkan keterangan ras.

Contoh CV:

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Data Pribadi

Nama                                 : Hafiz Yves Sinclaire
Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, DD MM YYYY
Jenis Kelamin                  : Laki-laki
Agama                               : Islam
Kewarganegaraan          : Indonesia
Alamat                               : Perum. GKP blok i no.1 RT/RW 004/038
                                            : Ambarketawang, Gamping, Sleman 55294
Telephon                           : 0274-7498XXX     (rumah)
                                             0818-04374XXX  (kantor)
                                             0856-2850XXX    (HP)

Latarbelakang Pendidikan
Formal
2002 – 2005        : SMPN 8, Yogyakarta
2005 – 2008        : SMAN 11, Yogyakarta
2008 – sekarang : Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta
Non Formal 
2004 – 2007        : Kursus Desain Grafis SmileJogja, Yogyakarta
2008 – sekarang : Kursus Photographi Nikon School, Yogyakarta

Kemampuan

• Kemampuan Desain Grafis (Graphic Design Skills) Clothing & Stiker Design, Couple Shirt Design, Photo & Picture Editing
• Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, Corel Draw, Photoshop, Flash dan Internet)

Pengalaman Kerja

• Praktek Kerja Lapangan:
  Praktek Kerja di Verbottom Distro&Cafè, Bandung
  Periode: Maret 2006 - April 2006
  Tujuan : Pelatihan Kerja Kursus Desain Grafis SmileJogja, Yogyakarta
  Posisi   : Clothing Designer
  Rincian Pekerjaan:
  - Membuat sketsa perancangan desain kaos
  - Mendesain berbagai jenis kaos sesuai pesanan
  - Menyiapkan peralatan sablon kaos

• Bekerja di JöJö BöX Distro, Yogyakarta
  Periode : Mei 2006 – Maret 2008
  Status   : Karyawan Tetap
  Posisi    : Graphic Designer
  Rincian pekerjaan :
  - Merancang desain kaos
  - Merancang desain stiker
  - Mengadakan konsultasi desain langsung dengan konsumen
  - Mendesain brosur dan pamflet guna keperluan promosi perusahaan



Yogyakarta, DD MM YYYY

*keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi www.ngelamar.com

feeL it..

enjoy it..

sukses sLaLuw hanya untuk Anda!!! ^^






HOW TO RAISE MONEY FOR STARTING A BUSINESS

The task of raising money for a business is not as difficult as most people seem to think. This is especially true when you have an idea that can make you and your backers rich. Actually, there's more money available for new business ventures than there are good business ideas.

A very important rule of the game to learn: Any time you want to raise money, your first move should be to put together a proper prospectus.

This prospectus should include a resume of your background, your education, training, experience and any other personal qualities that might be counted as an asset to your potential success. It's also a good idea to list the various loans you've had in the past, what they were for, and your history in paying them off.

You'll have to explain in detail how the money you want is going to be used. If it's for an existing business, you'll need a profit and loss record for at least the preceding six months, and a plan showing how this additional money will produce greater profits. If it's a new business, you'll have to show your proposed business plan, your marketing research and projected costs, as well as anticipated income figures, with a summary for each year, over at least a three year period.

It'll be advantageous to you to base your cost estimates high, and your income projections on minimal returns. This will enable you to "ride through" those extreme "ups and downs" inherent in any beginning business. You should also describe what makes your business unique---how it differs form your competition and the opportunities for expansion or secondary products.

This prospectus will have to state precisely what you're offering the investor in return for the use of his money. He'll want to know the percentage of interest you're willing to pay, and whether monthly, quarterly or on an annual basis. Are you offering a certain percentage of the profits? A percentage of the business? A seat on your board of directories?

An investor uses his money to make more money. He wants to make as much as he can, regardless whether it's short term or long term deal. In order to attract him, interest him, and persuade him to "put up" the money you need, you'll not only have to offer him an opportunity for big profits, but you'll have to spell it out in detail, and further, back up your claims with proof from your marketing research.

Venture investors are usually quite familiar with "high risk" proposals, yet they all want to minimize that risk as much as possible. Therefore, your prospectus should include a listing of your business and personal assets with documentation---usually copies of your tax returns for the past three years or more. Your prospective investor may not know anything about you or your business, but if he wants to know, he can pick up his telephone and know everything there is to know within 24 hours. The point here is, don't ever try to "con" a potential investor. Be honest with him. Lay all the facts on the table for him. In most cases, if you've got a good idea and you've done your homework properly, and "interested investor" will understand your position and offer more help than you dared to ask.

When you have your prospectus prepared, know how much money you want, exactly how it will be used, and how you intend to repay it, you're ready to start looking for investors.

As simple as it seems, one of the easiest ways of raising money is by advertising in a newspaper or a national publication featuring such ads. Your ad should state the amount of money you want--always ask for more money than you have room for negotiating. Your ad should also state the type of business involved ( to separate the curious from the truly interested), and the kind of return you're promising on the investment.

Take a page from the party plan merchandisers. Set up a party and invite your friends over. Explain your business plan, the profit potential, and how much you need. Give them each a copy of your prospectus and ask that they pledge a thousand dollars as a non-participating partner in your business. Check with the current tax regulations. You may be allowed up to 25 partners in Sub Chapter S enterprises, opening the door for anyone to gather a group of friends around himself with something to offer them in return for their assistance in capitalizing his business.

You can also issue and sell up to $300,000 worth of stock in your company without going through the Federal Trade Commission. You'll need the help of an attorney to do this, however, and of course a good tax accountant as well wouldn't hurt.

It's always a good idea to have an attorney and an accountant help you make up your business prospectus. As you explain your plan to them, and ask for their advice, casually ask them if they'd mind letting you know of, or steer your way any potential investors they might happen to meet. Do the same with your banker. Give him a copy of your prospectus and ask him if he'd look it over and offer any suggestions for improving it, and of course, let you know of any potential investors. In either case, it's always a good idea to let them know you're willing to pay a "finder's fee" if you can be directed to the right investor.

Professional people such as doctors and dentists are known to have a tendency to join occupational investment groups. The next time you talk with your doctor or dentist, give him a prospectus and explain your plan. He may want to invest on his own or perhaps set up an appointment for you to talk with the manager of his investment group. Either way, you win because when you're looking for money, it's essential that you get the word out as many potential investors as possible.

Don't overlook the possibilities of the Small Business Investment Companies in your area. Look them up in your telephone book under "Investment Services." These companies exist for the sole purpose of lending money to businesses which they feel have a good chance of making money. In many instances, they trade their help for a small interest in your company.

Many states have Business Development Commissions whose goal is to assist in the establishment and growth of new businesses. Not only do they offer favorable taxes and business expertise, most also offer money or facilities to help a new business get started. Your Chamber of Commerce is the place to check for further information of this idea.

Industrial banks are usually much more amenable to making business loans than regular banks, so be sure to check out these institutions in your area. insurance companies are prime sources of long term business capital, but each company varies its policies regarding the type of business it will consider. Check your local agent for the name and address of the person to contact. It's also quite possible to get the directories of another company to invest in your business. Look for a company that can benefit from your product or service. Also, be sure to check at your public library for available foundation grants. These can be the final answer to all your money needs if your business is perceived to be related to the objectives and activities of the foundation.

Finally, there's the Money broker or Finder. These are the people who take your prospectus and circulate it with various known lenders or investors. They always require an up-front or retainer fee, and there's no way they can guarantee to get you the loan or the money you want.

There are many very good money brokers, and there are some that are not so good. They all take a percentage of the gross amount that's finally procured for your needs. The important thing is to check them out fully; find out about the successful loans or investment plans they're arranged, and what kind of investor contacts they have---all of this before you put up any front money or pay any retainer fees.

There are many ways to raise money---from staging garage sales to selling stocks. Don't make the mistake of thinking that the only place you can find the money you need is through the bank or finance company.

Start thinking about the idea of inviting investors to share in your business as silent partners. Think about the idea of obtaining financing for a primary business by arranging financing for another business that will support the start-up, establishment and developing of the primary business. Consider the feasibility of merging with a company that's already organized, and with facilities that are compatible or related to your needs. Give some thought to the possibilities of getting the people supplying your production equipment to co-sign the loan you need for start-up capital.

Remember, there are thousands upon thousands of ways to obtain business start-up capital. This is truly the age of creative financing.

Disregard the stories you hear of "tight money," and start making phone calls, talking to people, and making appointments to discuss your plans with the people who have money invest. There's more money now than there's ever been for a new business investment. The problem is that most beginning "business builders" don't know what to believe or which way to turn for help. They tend to believe the stories of "tight money," and they set aside their plans for a business of their own until a time when start-up money might be easier to find.

The truth is this: Now is the time to make your move. Now is the time to act. the person with a truly viable business plan, and determination to succeed, will make use of every possible idea that can be imagined. And the ideas I've suggested here should serve as just a few of the unlimited sources of monetary help available and waiting for you..!!!



feel it, enjoy it . . .

success only be with U . . . ^ ^








Bingung Mau Usaha Apa?

Berikut ini kiat untuk menentukan jenis usaha:

Mulai Dari yang Kamu Sukai

Kamu bisa mulai mencoba membuka usaha yang sesuai dengan hobi atau kesukaan kamu contoh usaha miniatur kapal. Karena kalau sudah suka, kamu tidak akan cepat bosan dan mudah menyerah menjalankannya walaupun mungkin di masa-masa awal akan ada banyak tantangan.

Mulai Dari yang Kamu Kuasai

Atau bisa mencoba dengan membuka usaha yang memang sudah kamu kuasai bidangnya. Walaupun belum berpengalaman berwirausaha, tapi aku sendiri nih yakin kalau kamu itu memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dengan keahlian kamu dalam pembukuan (akuntansi), kamu bisa mulai usaha jasa pembuatan laporan keuangan untuk usaha-usaha kecil.

Telusuri Kemana Uang Kamu Pergi

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan menelusuri kemana uang kamu pergi selama ini. Tujuan membuka usaha ini adalah untuk menambah penghasilan, maka kamu perlu melihat bagaimana caranya uang berputar. Berpindah tangan dari konsumen ke penjual, agen, produsen dan seterusnya. Coba lihat bahwa kamu selama ini mengeluarkan uang untuk membeli buku, foto kopi, makan, kost, transport dan sebagainya. Teliti satu persatu arus uang yang sudah kamu keluarkan pada kernet bus, pengusaha makanan, toko buku dan sebagainya. Mungkin ada salah satu celah dimana kamu bisa menikmati keuntungan dari arus uang tadi.

Nah itu tadi baru beberapa saja, mungkin ada lebih banyak lagi kiat-kiat yang dapat kamu jadikan acuan untuk memperoleh penghasilan dini. Jangan terus-terusan bergantung dari ’duit bokap-nyokap’, usahakan untuk memperolehnya sendiri. Lebih bagus lagi kalau bisa ’ngasih’ surprise kepada ortu kamu. Semoga ini bermanfaat.

FeeL it..

Enjoy it..

Sukses sLaLuw yag . . . ^ ^






Tips Memulai Bisnis Anti Gagal

         Kalau kamu tertarik untuk memulai menjalankan bisnis, jangan pernah takut sama yang namanya kegagalan. Dalam setiap langkah yang kita ambil pasti ada 2 pilihan, yaitu gagal atau sukses. Kalau kamu gak berani mengambil tindakan, maka hanya kegagalan yang akan kamu dapati.
         Berikut ini adalah tips Bisnis Anti Gagal, saya kutip dari beberapa sumber yang ada, semoga dapat menginspirasi:

1. Niat
         Ini adalah awal yang terpenting dalam memulai sesuatu dalam hidup kita. Apapun yang kita lakukan haruslah diawali dengan niat dan niat itu adalah niat yang baik. Kalau kita ingin terjun dalam dunia bisnis, berarti kita harus memantapkan niat kita untuk terjun sepenuhnya kedalam dunia bisnis. Apapun yang terjadi nantinya akan dirasakan dan dinikmati sebagai konsekuensi niat kita.

2. Percaya
         Percaya bahwa bisnis adalah pilihan kita. Percaya bahwa melalui bisnis kita akan memperoleh apa yang kita inginkan. Dengan kata lain percaya adalah visi dan goal setting kita untuk mencapai tujuan kita dan sekali lagi kita percaya akan mencapai bisnis kita.

3. Take Action
         Setelah kita berniat dan memiliki visi yang jelas, langkah berikutnya adalah TAKE ACTION atau melakukan sebuah tindakan. Dan segala tindakan yang kita lakukan harus berkesinambungan. Sebuah bisnis tidak akan sukses dalam waktu satu atau dua hari saja, melainkan butuh waktu dan komitmen kita untuk membangunnya.

4. Belajar Benar
         Ada sebagian orang mengatakan bahwa dalam bisnis tidak ada kata benar atau salah, yang ada adalah untung dan rugi, namun kerugian itu akan berbalik menjadi sebuah keuntungan yang besar jika kita belajar untuk memperbaiki kesalahan yang kita lakukan. Terus belajar dengan benar, mempelajari yang benar, belajarlah pada yang benar-benar bisa, gunakanlah waktu dengan benar, ciptakanlah sistem yang benar maka hal ini akan mempermudah kita melakukan bisnis kita dan mengembangkannya menjadi sebuah bisnis yang besar yang niscaya akan memberikan rejeki pada diri kita serta saluran rejeki bagi banyak orang.

5. Fokus, Fokus dan Fokus
         Fokuslah pada niat, visi, apa yang telah kita lakukan dari awal dan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Fokus adalah salah satu leverage atau pengungkit paling hebat. Dengan fokus kita bisa mengembangkan, memunculkan, bahkan menemukan sesuatu yang belum pernah ada dan tidak pernah kita sangka.

6. Sabar
         Setelah kita menjalani lima langkah sebelumnya apakah ada jaminan sukses? jawabannya adalah belum tentu! Manusia hanya dianjurkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh artinya kita berniat untuk berbisnis, memiliki visi atas bisnis kita, tekun menjalaninya, terus belajar yang benar dan fokus. Meskipun kita telah melakukannya dengan baik semuanya terkadang masih saja ada kegagalan. Ketika kita menghadapi kegagalan kita harus bersabar. Apakah sabar berarti harus menerima apa yang terjadi? jawabannya adalah YA!, kita menerima apa yang terjadi dengan terus memperbaiki diri mengapa kegagalan tersebut bisa terjadi. Berpasrah kepada sang Pencipta akan meringankan beban kita ketika mengalami kegagalan atau masalah-masalah yang pelik. Ingat! Kegagalan dan keberhasilan ibarat dua sisi yang berbeda dalam sebuah mata uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Semakin kita menjauhi kegagalan berarti kita menjauhi kesuksesan. Rumusnya (X+1y) = sukses.
**) X adalah kegagalan , 1y adalah melakukannya lagi dengan memperbaiki
  kesalahan sebelumnya.


7. Berkuasa
         Jika enam langkah tersebut dilewati maka niscaya kita akan sukses dan memiliki kekuasaan setidaknya kekuasaan untuk mengatur diri kita, mengatur ekonomi kita bahkan ekonomi orang lain. Jadilah penguasa yang adil! Adil bagi diri kita, adil bagi keluarga kita, adil bagi orang disekitar kita, adil bagi lingkungan dan adil bagi Sang Pencipta.

8. Berbagi
         Apa yang telah kita hasilkan dari bisnis haruslah kita bagi dengan adil. Manakah haknya orang miskin, mana haknya anak yatim dan manakah yang menjadi hasil jerih payah kita. Semakin banyak berbagi maka semakin banyak pula hasil yang kita dapatkan.

9. Kehormatan
         Langkah ke-sembilan adalah langkah dimana kita mencapai semua yang kita inginkan, kesuksesan yang kita dapatkan akan mendatangkan reputasi dan penghormatan dari banyak orang. Oleh karenanya jagalah kehormatan diri Anda. Jagalah kehormatan usaha Anda. Hidup itu bukan untuk berbuat benar atau salah, bukan pula berbuat untuk surga atau neraka, tapi hidup itu berbuat demi kehormatan kita!

10. Selalu Ingat
         Selalu ingat diwaktu kita susah. Selalu ingat diwaktu kita bekerja keras, selalu ingat kepada visi kita untuk mengembangkan usaha, dan yang terpenting adalah selalu ingat kepada Sang Pencipta.


FeeL it..
Enjoy it..
Success only be with U.. ^^








Langkah Awal Mengubah Hobi Jadi Bisnis

       Kegilaan orang akan hobi yang ditekuninya, dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang hobi berburu barang-barang antik bisa menghabiskan banyak waktu, tenaga dan bahkan uang sampai ratusan juta rupiah yang bagi orang lain seperti sia-sia. Bandingkan dengan tingkah orang yang yang hobi dengan burung perkutut atau ikan Louhan?

       Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Ungkapan yang sering terdengar, nggak masalah untung atau buntung yang penting hobi.. ya gak.. hehe”

       Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik. Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan

       Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Hobi yang dilakukan dengan tujuan awal melepaskan stress, kemudian malah menghasilkan uang tentunya menjadi bonus yang sangat menyenangkan.. =)

Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi Bisnis

       1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobimu, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “Practise makes perfect“ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk kamu harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karyamu mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.

       2. Tambah terus pengetahuan kamu, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi kamu. Biasanya dalam kursus, kamu akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkatkan daya jual hasil karyamu juga tentunya... Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.

       3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kualitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang kamu hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu. Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang kamu minatilah kamu bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilanmu selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya.

       4. Tawarkan hasil karyamu dari satu toko ke toko lain, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, kamu diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang kamu tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan

       Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa kamu lakukan.

       Kuncinya adalah apapun yang kamu pilih, cintailah!!! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, maka kamu seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang.


feeL it.. enjoy it..
success onLy be with 'U' . . . ^ ^







Kalau Hobi Bisa Jadi Duit, Why Not...

Kalau kamu punya suatu hobi, dan bisa menulis, apa salahnya mengubah hobi itu menjadi sumber pendapatan? Dibayar untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, bukankah itu surga dunia?


Berikut sejumlah hobi yang bila ditulis berpeluang menjadi uang.


1. Traveling
Daripada hanya menguras dompet, tuliskan pula pengalaman liburan kamu. Jepret dengan kamera digital spot-spot yang bagus. Kirimkan ke majalah traveling, baik cetak maupun online.
Ingat, angle artikelmu harus unik. Jangan sekadar menuliskan daya tarik utama tempat wisata itu. Kalau kamu ke Bali, misalnya, jangan terfokus mendeskripsikan keindahan Pantai Kuta (googling doank juga bisa!) huhu”, tapi tulislah kehidupan ibu-ibu yang buka jasa pijat. Atau, keseharian bule-bule penggelandang (backpacker). Angle itu jarang diangkat sehingga memperbesar peluang artikelmu lolos seleksi.
Honor (artikel + foto): Rp 1 – 2 juta untuk perjalanan ke luar negeri, Rp 500 ribu – 1 juta untuk perjalanan domestik, Rp 200 – 500 ribu untuk majalah online


2. Membaca Buku
Bila kamu hobi membaca buku, tulislah resensi buku yang baru terbit atau berlabel bestseller. Kirimkan ke media yang menyediakan space untuk resensi buku.
Atau, kalau yang kamu baca itu buku berbahasa asing dan belum ada edisi terjemahannya, terjemahkan saja. Lalu ajukan ke penerbit yang relevan dengan topik buku tersebut.
Honor resensi: Rp 500 ribu – 1 juta per resensi
Honor terjemah: tergantung reputasi penerbit, bahasa asli, dan tebal buku


3. Menolong Orang Lain
Kalau kamu psikolog, seksolog, dokter, ataupun pakar di bidang lain, kamu bisa membantu pembaca media dengan mengasuh rubrik konsultasi.
Bagaimana kalau kamu bukan pakarnya? Nah, cobalah resapi prinsip aku ini: kalau ada, raihlah; kalau tidak ada, ciptakanlah. Kamu jago memasak? Tawarkan proposal konsultasi bahan/resep/menu/masakan ke media kuliner. Kamu senang utak-atik motor? Tawarkan proposal konsultasi modifikasi motor/mobil ke media otomotif. Oh, doyan berkebun doank? Jangan patah semangat! Tawarkan proposal konsultasi berkebun ke media agro. Bila Roy Suryo saja bisa memperoleh label pakar telematika, kenapa kamu nggak bisa?! hehe”
Honor: Rp 500 ribu – Rp 2 juta per bulan


4. Nggosip / Ngrumpi
Eitsss, jangan salah. Ibu-ibu di kompleks yang gemar bergosip, kalau kreatif, bisa juga menjadikan hobinya itu sumber pendapatan. Kumpulkan info yang kamu dapatkan dari ”ngumpul bareng tetangga”. Misalnya, Bu Kokom baru melahirkan, ayahanda Pak Romli meninggal dunia, atau Bu Fenny membuka toko kelontong di depan rumahnya. Info sederhana ini penting bagi warga kompleks. Bila secara rutin kamu mengumpulkannya, menulis dan me-layout dengan rapi (gunakan saja template di Microsoft Publisher), mencetaknya (cukup HVS ukuran folio, difotokopi banyak-banyak), dan menyebarkannya ke tetangga (titipkan saja ke ketua PKK untuk beliau bagikan di acara arisan PKK bulanan), bisa menjadi bibit bisnis menjanjikan lho.
Awalnya, carilah iklan dari tetangga yang membuka usaha lokal, juga yang berniat menjual/menyewakan mobil atau rumah. Patok tarif murah aja. Misalnya Rp 10 ribu per spot dan Rp 1.000,- per baris. Yang penting balik modal. Setelah bertahan tiga bulan, tawarkan proposal kerjasama ke pihak pengembang kompleks perumahan tersebut. Mereka mendanai, kamu terus bergosip dan menulis kontennya, laba dibagi sesuai kesepakatan.


Apapun yang kamu pilih, cintailah! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, kamu seperti mempunyai layaknya hobi. Dan sebaliknya tidak sedikit orang yang sudah memiliki hobi, tetapi tidak berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang.

feeL it.. enjoy it..

success onLy be with 'U' . . . ^ ^






Rahasia Sukses dari Bisnis Kecil-Kecilan

       Rahasia sebenarnya dari kesuksesan bisnis kecil-kecilan nggak ada hubungannya dengan alat-alat teknologi, internet atau apa pun seperti itu. Bahkan, itu bukan rahasia yang nyata. Sudah ada sejak manusia mulai berkomunikasi. Itu adalah KATA-KATA..!
       Kata-kata membawa kekuasaan yang sangat besar. Dia bisa buat kamu tertawa histeris, atau menghancurkan suatu hubungan atau persahabatan. Kata-kata memiliki lebih banyak kekuatan di dalamnya daripada alat lain yang kamu inginkan.
       Efektif dalam penggunaan kata-kata, terutama dalam bisnis, membuat bisnis kamu akan meroket, klien puas, karyawan bahagia, dan yang menguntungkan dan aman di masa depan. Namun, kurang dari 1% dari pengusaha bisnis kecil menggunakan kata-kata dengan kekuatan penuh.
       Kekuatan kata-kata dapat dipelajari dan digunakan secara efektif oleh siapa pun, dan ketika kekuatan ini dimanfaatkan, tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menghentikanmu. Seni menggunakan kata-kata ini adalah apa yang disebut dengan menulis salinan (copywriter). Itu dapat membuat atau bahkan merusak penjualan dan materi iklanmu.
       Salah satu cara copywriter amatir yang menulis untuk produk atau bisnisnya sendiri untuk dapat mengalahkan profesional berpengalaman adalah dengan memasukkan surat atau iklan penjualan dengan dirinya sendiri, jujur, antusiasme yang intensif. Ketika melakukan penjualan di percetakan, antusiasme sama pentingnya seperti dalam tatap muka penjualan (face-to-face).
       Inilah kenapa kamu tidak bisa hanya duduk dan menulis iklan "on command", seperti saat kamu bisa duduk santai dan menyelesaikan pembukuan. Kamu harus bekerja dengan beberapa antusiasme untuk pekerjaan dan proposisi silangmu.
       Kalau aku akan menulis sebuah iklan atau materi penjualan lain hal pertama yang sering aku lakukan adalah mencoba menetapkan pikiran bawah sadarku, bekerja pada pekerjaan itu sebelum aku pergi tidur pada malam sebelumnya. Kadang-kadang aku bangun dengan "ide besar" yang aku butuhkan, cuman kadang-kadang Loh.. hehe”
       Jangan memaksakan dirimu untuk "mengarang" dan menyalin tanggapan langsung ketika kamu benar-benar tidak merasa seperti itu karena hasilnya akan flat dan mekanis (awut-awutan deh). Mungkin secara teknis benar dengan judul, subjudul, poin-poin, tawaran, dan sebagainya, tetapi akan kurang semangat dan antusiasme.
       Orang yang benar-benar antusias tentang apa yang dia jual jelas memiliki keuntungan yang lebih. Itulah sebabnya pro-copywriter lepas harus selalu men-download sebanyak-banyaknya dari produk wiraniaga se-antusias mungkin. Kemudian mentransfer ke kertas dengan bentuk dan cetakan yang sempurna.
       Selama berbulan-bulan, pekerjaan yang aku lakukan untuk klien dan agensi iklan telah membuktikan bahwa pekerjaan yang paling sukses adalah bekerja pada klien yang bersemangat dan antusias terhadap apa yang mereka jual. Jadi, sebelum kamu menangani iklan berikutnya untuk bisnismu, pastikan dulu kamu memiliki antusias tentang hal yang kamu inginkan dari klienmu. Semoga beruntung.. hehe”

Sukses seLaLuw hanya untuk Kamu . . . ^ ^